PUISI PERPISAHAN
by Nurul Sholehuddin
Kini, hati kami
tergores kesedihan
Ketika terucap salam perpisahan
Walau air mata kami tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan
Saat-saat langkah terayun
Ketika terucap salam perpisahan
Walau air mata kami tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan
Saat-saat langkah terayun
Seiring pekatnya malam yang terus merambat
Aku ingin sampaikan seikat salam padamu
Wahaiiii……sekalian kawan – kawanku tercinta
Tentang penuh cerita penuh tawa dan air mata
Tentang sebuah kisah perjalanan panjang
Yang pernah kita toreh di Madrasah tercinta ini
Kawan…
Saat tetes air matamu tak kuasa dirimu bendung
Lantaran kebersamaan ini begitu agungnya
Sedih terasa menggayut sukma
Lalu berlabuh dalam lautan iba
Dan serasa dunia ini begitu sempit dan gelap
Hingga membuatmu tak tampak
Dimanakah gerangan berlabuh?
Seperti saat – saat kemaren, suaramu begitu indah terdengar
Canda tawamu begitu lucu merayu
Tapi kini kau anugrahkan kesedihan ini
Dalam bingkai perpisahan
Perpisahan……!!
Siapa yang takkan sedih perasaanya
Hati siapa takkan terseret perih
Bila detik – detik indah kebersamaan
Harus berakhir di ujung perpisahan
Walau sebelumnya tak pernah kita suka
Lantaran hati begitu eratnya menyatu
Saling berbagi suka, menabur canda dan tawa
Dalam diri tak pernah bertanya – tanya
Bahwa dalam setiap pertemuan pasti ada perpisahan
Tuhan…
Adakah kirannya sekelumit kata yang pernah kami ucapkan keharibaanmu
Sehingga sekian lama gemelut rasa yang terpendam
Kini engkau buraikan dengan sejuta kenangan
Betapa hati ini menangis pilu
Dengan dentingan doa selalu kami panjatkan
Dan hari ini juga engkau telah kabulkan
Kepasrahan ini bukanlah sebuah kerelaan
Saat sahabat dan guru – guru kami telah berkemas tuk memohon diri
Kami hanya pasrah
Bahwa semua ini semata - mata karena kehendakMu.
Biarlah…..!!
Semua akan kami dekap dalam kembara yang panjang
Juga sebagai tanda terimakasih kepada almamater Mambaul Ihsan
tercinta
Yang telah menorehkan sejuta ilmu di dada kami
Sungguh kini telah tiba menyapa kita
Diantara sekian ribu mata menatap sedih
Dibalik detak jantung,jiwa meratap perih
Tak terasa air mata ini terus mengalir
Sebagai saksi bisu betapa sedih bila hati mengenangnya
Namun….
Biarlah raga ini berpisah,kawan
Akan tetapi hati kita tetaplah Satu
Dan Kemanapun kaki ini melangkah
Jiwa ini akan senantiasa terpatri untuk mengenangmu
Juga bagi sang pahlawan tanpa jasa
Dialah guru – guru tercinta
Yang telah berjuang demi masa depanmu nanti
Kawan………..
Masih
ingatkah….. ?semua perilaku yang disuguhkan untuk gurumu?
Ketika
dengan tulus guru membimbing…..tetapi,kalian terlena dengan canda
Ketika
dengan ikhlas guru mengasuh…..tetapi,kalian berperilaku tak santun
Ketika
dengan lembut guru menegur ……tetapi,kalian jawab dengan ledekan
Ketika
dengan sabar guru menasehati…..tetapi,kalian………tetap tak hiraukan!
Oh…… semua
terasa sesal di dada kini……..
Guru….
Dalam rentang waktu yang panjang
Dan dari detik ke detik kian silih berganti
Kau begitu tabah mengajari kami tentang etika
Sopan santun dan arti kesetiaan
Kau didik kami ilmu-ilmu kejujuran
Tapi yang kami lakukan adalah penghianatan
Kau bekali kami tentang tatak rama dan kesopanan
Tapi tak henti hentinya kami membuat kerusakan
Kau ajari kami agar berakhlaq yang mulia
Tapi yang kami perbuat justru yang tercela
Kau dikte kami tentang arti kebersamaan
Tapi yang kulakukan adalah pertikaian
Guru…
Di atas pentas ini
Izinkan kami menatap wajahmu
Izinkan kami mengenang namamu
Izinkan kami mencatat jasa- jasamu
Izinkan kami untuk yang terakhir kalinya memandang wajahmu
Izinkan kami untuk minta maaf atas semua kesalahan kesalahan kami
Yang membuatmu begitu tersakiti,,,
Wahai…..guru guru kami maafkan kami…………………..maafkan kami.
Wahai…. guru – guru kami
Kami bukanlah untuk meninggalkanmu
Apalagi untuk melupakanmu
Kami hanya ingin berlabuh,mengarungi samudra cita – cita
Menapaki jejak – jejak suci
Maka izinkalah kami berucap untuk yang terakhir kalinya
Selamat berpisah wahai guru – guru kami
Selamat berpisah wahai madrasah kami
Selamat berpisah wahai adik - adik kami
Selamat berpisah wahai sahabat - sahabat kami
Jasa dan air matamu akan kami kenang walau
sampai akhir nanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar