Jumat, 23 Januari 2015

Puisi Perpisahan



PUISI PERPISAHAN 
by Nurul Sholehuddin

Kini, hati kami tergores kesedihan
Ketika terucap salam perpisahan
Walau air mata kami tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan
Saat-saat langkah terayun
Seiring pekatnya malam yang terus merambat                            
Aku ingin sampaikan seikat salam padamu
Wahaiiii……sekalian kawan – kawanku tercinta
Tentang penuh cerita penuh tawa dan air mata
Tentang sebuah kisah perjalanan panjang
Yang pernah kita toreh di Madrasah tercinta ini

Kawan…
Saat tetes air matamu tak kuasa dirimu bendung
Lantaran kebersamaan ini begitu agungnya
Sedih terasa menggayut sukma
Lalu berlabuh dalam lautan iba
Dan serasa dunia ini begitu sempit dan gelap
Hingga membuatmu tak tampak                                    
Dimanakah gerangan berlabuh?
Seperti saat – saat kemaren, suaramu begitu indah terdengar
Canda tawamu begitu lucu merayu
Tapi kini kau anugrahkan kesedihan ini
Dalam bingkai perpisahan

Perpisahan……!!
Siapa yang takkan sedih perasaanya
Hati siapa takkan terseret perih
Bila detik – detik indah kebersamaan
Harus berakhir di ujung perpisahan
Walau sebelumnya tak pernah kita suka                                  
Lantaran hati begitu eratnya menyatu
Saling berbagi suka, menabur canda dan tawa
Dalam diri tak pernah bertanya – tanya
Bahwa dalam setiap pertemuan pasti ada perpisahan

Tuhan…
Adakah kirannya sekelumit kata yang pernah kami ucapkan keharibaanmu
Sehingga sekian lama gemelut rasa yang terpendam
Kini engkau buraikan dengan sejuta kenangan
Betapa hati ini menangis pilu
Dengan dentingan doa selalu kami panjatkan                             
Dan hari ini juga engkau telah kabulkan
Kepasrahan ini bukanlah sebuah kerelaan
Saat sahabat dan guru – guru kami telah berkemas tuk memohon diri
Kami hanya pasrah
Bahwa semua ini semata - mata karena kehendakMu.


Biarlah…..!!
Semua akan kami dekap dalam kembara yang panjang
Juga sebagai tanda terimakasih kepada almamater Mambaul Ihsan tercinta
Yang telah menorehkan sejuta ilmu di dada kami             
Sungguh kini telah tiba menyapa kita                                    
Diantara sekian ribu mata menatap sedih
Dibalik detak jantung,jiwa meratap perih
Tak terasa air mata ini terus mengalir
Sebagai saksi bisu betapa sedih bila hati mengenangnya

Namun….
Biarlah raga ini berpisah,kawan
Akan tetapi hati kita tetaplah Satu
Dan Kemanapun kaki ini melangkah
Jiwa ini akan senantiasa terpatri untuk mengenangmu                           
Juga bagi sang pahlawan tanpa jasa
Dialah guru – guru tercinta
Yang telah berjuang demi masa depanmu nanti

Kawan………..
Masih ingatkah….. ?semua perilaku yang disuguhkan untuk gurumu?
Ketika dengan tulus guru membimbing…..tetapi,kalian terlena dengan canda
Ketika dengan ikhlas guru mengasuh…..tetapi,kalian berperilaku tak santun        
Ketika dengan lembut guru menegur ……tetapi,kalian jawab dengan ledekan
Ketika dengan sabar guru menasehati…..tetapi,kalian………tetap tak hiraukan!
Oh…… semua terasa sesal di dada kini……..

Guru….
Dalam rentang waktu yang panjang
Dan dari detik ke detik kian silih berganti
Kau begitu tabah mengajari kami tentang etika
Sopan santun dan arti kesetiaan
Kau didik kami ilmu-ilmu kejujuran
Tapi yang kami lakukan adalah penghianatan                            
Kau bekali kami tentang tatak rama dan kesopanan
Tapi tak henti hentinya kami membuat kerusakan
Kau ajari kami agar berakhlaq yang mulia
Tapi yang kami perbuat justru yang tercela
Kau dikte kami tentang arti kebersamaan
Tapi yang kulakukan adalah pertikaian

Guru…
Di atas pentas ini
Izinkan kami menatap wajahmu
Izinkan kami mengenang namamu                                        
Izinkan kami mencatat jasa- jasamu
Izinkan kami untuk yang terakhir kalinya memandang wajahmu
Izinkan kami untuk minta maaf atas semua kesalahan kesalahan kami
Yang membuatmu begitu tersakiti,,,
Wahai…..guru guru kami maafkan kami…………………..maafkan kami.

Wahai…. guru – guru kami
Kami bukanlah untuk meninggalkanmu
Apalagi untuk melupakanmu                                       
Kami hanya ingin berlabuh,mengarungi samudra cita – cita
Menapaki jejak – jejak suci
Maka izinkalah kami berucap untuk yang terakhir kalinya
Selamat berpisah wahai guru – guru kami
Selamat berpisah wahai madrasah kami
Selamat berpisah wahai adik - adik kami                      
Selamat berpisah wahai sahabat - sahabat kami
Jasa dan air matamu akan kami kenang walau sampai akhir nanti

Tidak ada komentar: