Selasa, 17 Mei 2016

Puisi Sirkulasi Kerinduan



Sirkulasi Kerinduan
Melangkah memuja pilu
Bersama gelombang senandung rindu
Rintihan yang mengusik kalbu
Jiwa yang tenang meneriakkan sejuta rindu yang terbelenggu
Pori- pori nafas dibakar selembar bayanganmu
            Denyut jantung tak terlepas oleh syahdunan belaianmu
            Persendian tulang terurai bersama gumpalan rindu dalam rongga dadaku
            Setiap tetesan nadi menjadi saksi bisu
            Diantara dinding benteng  pertahanan mulai membeku
            Tubuh seakan diguyur derasnya ayunan kelabu
Flamboyan sedapnya udara kian terayun oleh lantunan waktu
Yang selalu berdendang diujung rindu
Kini hati terbelah gemercik seuntaian ambigu


By: Nurul Sholehuddin

Tidak ada komentar: