Sirkulasi Kerinduan
Melangkah
memuja pilu
Bersama
gelombang senandung rindu
Rintihan
yang mengusik kalbu
Jiwa
yang tenang meneriakkan sejuta rindu yang terbelenggu
Pori-
pori nafas dibakar selembar bayanganmu
Denyut jantung tak terlepas oleh
syahdunan belaianmu
Persendian tulang terurai bersama
gumpalan rindu dalam rongga dadaku
Setiap tetesan nadi menjadi saksi
bisu
Diantara dinding benteng pertahanan mulai membeku
Tubuh seakan diguyur derasnya ayunan
kelabu
Flamboyan
sedapnya udara kian terayun oleh lantunan waktu
Yang
selalu berdendang diujung rindu
Kini
hati terbelah gemercik seuntaian ambigu
By: Nurul Sholehuddin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar