Rabu, 25 Maret 2015

Puisi Dzawawi Imron

SAJAK GAMANG

dibiarkannya orang-orang merangkak
selarat kerbau menarik bajak
dibiarkannya cacing yang tak punya kuasa

kalau anak-anak menyanyi tentang daun-daun hijau
bagus, karena bapaknya parau bagai harimau
musik dan gamelan kadang bikin gamang
sungai dan hutan jangan diurus kancil atau siamang


DOA I

bila kau tampakkan secercah cahaya di senyap malam
rusuh dan gemuruh mengharu biru seluruh tubuh
membangkitkan gelombang lautan rindu
menggebu menyala
dan lagu-Mu yang gemuruh
menyangkarku dalam garden-Mu

biarkan aku menari dalam lagu-Mu
gila lestari melimbang badan
ah, hatiku tertindas gatal dan pedih
meski nikmat semakin erat memelukku

aku meronta dalam kutuk-Mu
duhai, naung kasih-Mu melambai tangan

sekali lagi kau kilatkan cahaya di tengah malam
aku silau, hanya tangan yang menggerapai
golang golek tubuhku dalam yakin
ah, kegilaan begitu mesra
tangis bahagia yang bersimbah di raut jiwa
menggermang nyala bulu-bulu seluruh tubuh
terbisik di hati puji syukur memanjat rindu

Senin, 23 Maret 2015

MENAPAKI JEJAK


MENAPAKI JEJAK
Ku tapaki jejak jalan hidupku ini
silih berganti
pagi siang dan malam datang berganti
aku tetap saja begini
Tak ada yang berubah
semua tetap sama
apa yang ada di depan mata maupun jiwa
tak ada yang berbeda
Aku jenuh
mulai jenuh dan akan jenuh
dengan hidup ini
dengan semua ini
Harapan pudar bagai kabut
Jatuh bagaikan hujan
Menetes bagaikan tangis
Aku menangis !!
Apa yang kudapat
Tak seperti yang kuingat
Tak seingin yang kuucap
Dan tak sebayang yang kuharap