Selasa, 17 Mei 2016

Puisi Rantai Bersalju



Rantai Bersalju
Diujung padang pasir gemertik rembulan malam
Lantunan ayat kian mendayung selam
Dinginnya malam membasahi pohon yang gugur diantara sudut dinding kelam
Kau mengikat layunya sekam rindang kedinginan tercekam
            Rantai hati yang dibias besama runtuhnya salju semakin curam
            Ilusi dingin menaburkan genggam dentingan silam
            Keremunan cinta berentetatan lensa foreskal bohlam
            Runtuhnya kegelapan membuat badan membeku tertelan sunyinya malam
            Akulahsang pejuang alam. . . . . . . . .   

By Nurul sholehuddin     

Puisi Sirkulasi Kerinduan



Sirkulasi Kerinduan
Melangkah memuja pilu
Bersama gelombang senandung rindu
Rintihan yang mengusik kalbu
Jiwa yang tenang meneriakkan sejuta rindu yang terbelenggu
Pori- pori nafas dibakar selembar bayanganmu
            Denyut jantung tak terlepas oleh syahdunan belaianmu
            Persendian tulang terurai bersama gumpalan rindu dalam rongga dadaku
            Setiap tetesan nadi menjadi saksi bisu
            Diantara dinding benteng  pertahanan mulai membeku
            Tubuh seakan diguyur derasnya ayunan kelabu
Flamboyan sedapnya udara kian terayun oleh lantunan waktu
Yang selalu berdendang diujung rindu
Kini hati terbelah gemercik seuntaian ambigu


By: Nurul Sholehuddin