Rabu, 25 Februari 2015

puisi

SEMPURNA ITU BUKAN AKU
Oleh Nurul Sholehuddin

Harapan di hati hendak melukis senyuman diwajahmu
Membuat hatimu bahagia karena kehadiranku
Dan menghapus sejuta guratan kesedihan di kedua matamu

Namun apa daya ...
Bila kata yang terucap malah menyakiti hatimu
Bila tingkah yang tergerak mengusik ketenanganmu

Ma'af ...
Bila kehadiranku telah mengusik ketentraman hatimu
Aku lelah untuk selalu mencoba menjadi yang sempurna dimatamu
Segala usahaku bagaikan sebutir debu dihadapanmu ...

Harusnya engkau tau ...
SEMPURNA ITU BUKAN AKU ...



Cinta Sejati
Kujalani hidup mengaruhi samudra
Mengayuh dayung menjalankan bahtera
Mencari penawar rasa di hati
Mencari makna cinta sejati
Kini ku tahu makna cinta
Cinta bukanlah sekedar rasa
Cinta bukanlah sekedar tutur kata
Dan cinta, bukan sekedar pengorbanan raga
Jika cinta sekedar rasa
Pasti hati kan tersiksa
Jika cinta sekedar ucapan
Manusia pasti dalam kebinasaan
Jika cinta sekedar pengorbanan
Tiada jiwa ini merasa aman
Cinta sejati adalah perasaan
Terungkap dengan ucapan
Tertuang dengan pengorbanan
Aku untukmu Sayang
Aku masih disini
Terpaku, termenung, terdiam
Dalam kelam dan gelapnya malam
Melayang angan dan fikiran
Entah,,menuju kemana arahnya
Akupun masih disini..
menelusuri detik demi detik
Waktu yang berjalan mengukir kenangan
Senyum, tawa, sedih, dan gembira
Semua menyatu dalam perasaan
Aku masih disini
Menanti…berharap..
Aku masih tetap disini
Memeluk bayangmu dalam kegelapan
Mendekap Kasihmu dalam hening malam
Aku,,untukmu saying




Mencari Makna Cinta
Embun pagi telah mengering
Pancaran mentari membuat dedaunan menguning
Mataku tertegun menatap langit
Melepas hati yang terbelit
Kini ku bisa tersenyum
Melihat dunia penuh rasa kagum
Setelah kian lama hatiku menangis
Akan cinta yang kian terkikis
Kini ku bisa gembira
Manjalani hidup dengan orang-orang tercinta
Setelah jiwaku berduka
Merintih dan tersiksa
Aku bersyukur
Api cinta tak membuatku hancur
Kini ku ingin hidup kembali
Mencari makna cinta sejati
Patah Hati
Aku sedih dengan ukiran yang indah memuja akan dunia
Luka yang memahat
Luka yang begitu menusuk
Luka yang yang menghujam jantungku
Tapi tidak ada yang tahu bahwa aku kecewa dalam cerita...

Sampai untuk berpikir tentang cinta
Dengan hati bukan mata rasakan cinta
Untuk kehilangan akal sehat
Dan untuk membuat aku tenggelam...

Tenggelam dalam kesedihan
Tenggelam dalam kepedihan dan kehancuran
Dengan semua janji-janji busuk (jambu) mu
Dengan semua Janji-janji palsu mu
Membuat sayap ini patah dan mati ...

Aku menangis meratapi takdir
Merasa seakan dunia ini tak berarti lagi
Dan kini hanya kesedihan, kekecewaan yang menemaniku
Cinta ini sungguh aku tidak mengerti...

Cinta
Hidupku bagaikan kincir air yang selalu berputar setiap waktu
Terkadang aku diatas
Namun ada juga saatnya dibawah
Rintangan ...
Cobaan yang kuhadapi terkadang
Membuatku kuat, lemah bahkan menangis

Disaat aku lemah
Aku terjatuh ke dalam galangan dunia
Aku tersesat dalam perjalanan hidupku
Yang tidak tentu arahnya
Aku terus berjalan
Mencoba mencari jalan
Agar aku keluar dari ujian ini
Agar aku dapat kembali kejalan benar
Disaat aku kuat
Cobaan terus menghampiriku
Bertahan melawan segala cobaan itu
Berusaha untuk berani menghadapinya
Ya Allah sesungguhnya hidupku ada didalam tangan-Mu
Hidupku atas kuasa-Mu
Hidupku adalah milik-Mu
Saat ini aku dalam ujian-Mu
Berikan aku kekuatan
Berikan aku ketabahan
Agar aku kuat untuk menghadapinya
 

 Gunanya Hati
Lihat sorot mata yang memerah dan berkaca
Air pun enggan tuk keluar disela lubang cakrawala
Karena tangis tak lagi berguna
Jerit dan bisik tak dapat lagi kusuarakan
Seolah hati yang hitam kebiruan ini tak lagi berguna

Angkat dan raih tangan ku Tuhan
Aku ingin bersegera bangkit
Aku ingin berkarya dan bermakna kembali
Buat aku melangkah…
Waktu tak akan pernah menunggu
Dan bumi pun tak akan pernah
Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing
Hanya aku dan Engkau kini
Takkan mungkin aku berkeluh kesah dengan mereka
Izinkan aku berdialog
Dengan setiap ketikan jari yang Kau ciptakan ini

Kamis, 19 Februari 2015

asik

Puisi - Wajah Kekasih by nurul sholehuddin Kali pertama aku mengenalimu Seakan kita pernah bertemu Masihkah ingat lagi masa lalu Semasa kau dan aku masih kecil dulu Adakah ini suatu takdir yang telah diturunkanTuhan telah menemukan kita kembali Untuk kita bersatu hidup bersama Aku akan berjanji padamu Lihatlah mataku, pandanglah wajahku Senyumlah kau untukku sayang Agar aku dapat melihatmu Dengan tulus hati iniKini aku tlah jatuh cinta padamu